Beranda » Sprinkler Adalah: Fungsi, Komponen dan Cara Merawat

Sprinkler Adalah: Fungsi, Komponen dan Cara Merawat

sprinkler adalah

Sprinkler adalah sistem pemadam api berisikan suplai air dengan tekanan memadai. 

Air tersebut akan mengalir dari sistem perpipaan dan tersambung pada kepala sprinkler. Berbeda dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang berisi serbuk kimia.

Sprinkler telah banyak digunakan sebagai media pemadaman di berbagai dunia. Sistem ini juga dinilai efektif sebagai pemadam kebakaran kelas A. 

Yuk simak cara kerja, komponen dan cara merawatnya di sini!

Apa itu Sprinkler?

Sistem pemadaman api sprinkler adalah alat pemadam yang terdiri dari metode suplai air dengan tekanan cukup, kemudian mengalir melalui perpipaan nan tersambung di kepala sprinkler.

Sistem berikut ini paling umum digunakan di dunia pemadaman api. Sebab, harga pembuatan dan pengolalaannya sangat murah. 

Selain itu, air dalam fungsi sprinkler sangat cukup untuk memadam kebakaran kelas A.

Kategori berikut merujuk pada pemadaman kebakaran pada jenis-jenis material seperti kertas, kain, serta kayu.

Selain itu, ada juga perbedaan jenis jenis sprinkler sesuai dengan sistemnya masing-masing yaitu pre-action system, combiner dry pipe, wet pipe system, dry pipe system serta deluge system.

Cara Kerja Sistem Sprinkler

Lalu bagaimana cara kerja sprinkler? Apabila terjadi kebakaran, suhu udara akan meningkat. 

Kemudian, saat temperatur mencapai 68 derajat celcius, air raksa pada pengganjal ampul atau penutup media pemadaman ini akan pecah.

Langkah selanjutnya pada cara kerja sprinkler adalah penutupnya akan terbuka, tekanan pipa turun drastis, dan keadaan ini akan menyebabkan katup pengatur air untuk mengalirkan cairan tersebut dengan cepat menuju nosel yang terbuka.

Apabila kebakaran semakin besar, nozzle (nosel) lainnya juga akan terbuka untuk menyemprotkan air pemadam api. Tindakan ini juga secara bersamaan memicu fire alarm. 

Sementara itu, volume air akan berkurang di bejana tingkat tinggi. 

Ini menyebabkan pompa diesel untuk aktif kembali supaya dapat menambah jumlah cairan tersebut dari sumber reservoir (tempat penampungan) atau bawah tanah.

Jockey pump atau pompa jockey pada fungsi sprinkler adalah sebagai komponen yang berguna untuk menjaga tekanan air supaya tetap konstan. 

Mekanika ini akan tetap berjalan sampai ada pihak yang mereset atau mematikan sistem sprinkler air.

Baca juga: Apa itu Smoke Detector? Ini Dia Pengertian dan Fungsinya

Komponen-Komponen Sprinkler

Adapun komponen-komponen dalam media pemadaman api kelas A sprinkler adalah sebagai berikut:

1. Sistem Perpipaan

Peran sistem perpipaan pada sprinkler adalah untuk menghubungkan sumber air ke pompa-pompa guna kemudian menuju bagian-bagian yang terlindungi. 

Hal ini pun termasuk kran-kran atau valve dengan jumlah serta jenis yang berbeda-beda.

Rincian sistem perpipaan yang umum digunakan dalam sprinkler adalah seperti berikut:

  • Jenis-jenis pipa: pipa header bawah, pipa header atas, pipa branch dan pipa main line.
  • Jenis-jenis kran: drain valve, concentric valve, incentric valve, ball valve, butterfly valve, dan lain sebagainya

2. Sumber Air

Selain itu, sumber air menjadi komponen paling utama dalam cara kerja alat pemadaman api berikut

Adapun aturan umum mengenai jumlah dan jenisnya dalam sprinkler adalah sesuai dengan standar Eropa EN dan Amerika NFPA (NFPA 13).

Density atau pendekatan kerapatan dalam cara kerja sprinkler adalah ukuran yang umumnya digunakan untuk menyesuaikan standar. 

Biasanya, ruangan-ruangan dimana akan dipasang alat pemadaman ini dikelompokkan sesuai nilai bahaya.

Berdasarkan aturan NFPA, kategorinya dimulai dengan wilayah bahaya ringan (light hazard), bahaya biasa kelompok 1 (ordinary hazard group 1), bahaya biasa kelompok 2 (ordinary hazard group 2).

Selain itu ada juga bahaya tambahan kelompok 1 (extra hazard group 1) serta bahaya tambahan kelompok 2 (extra hazard group 2).

Dalam penerapannya, wilayah bahaya ringan mempunyai kerapatan yang harus dipenuhi yaitu 0,38 Liter/menit per 0.093m².

3. Pompa-Pompa

Untuk memenuhi tekanan yang wajib dicapai saat pemadaman, perlu ada pompa dalam sprinkler.

Umumnya, tekanan yang diperlukan adalah sekitar 10 bar. Oleh karenanya, keperluan pompa-pompa yaitu sebagai berikut:

  • Pompa diesel: komponen utama yang berfungsi menyuplai air apabila kran terbuka sebab kepala sprinkler pecah terkena api. Bagian ini juga digunakan apabila listrik PLN terputus.
  • Pompa jockey: komponen yang secara terus menerus menjaga tekanan dari air
  • Pompa elektrik: komponen yang berfungsi sebagai penyuplai tenaga cadangan apabila pompa diesel tidak dapat bekerja. 

Baca juga: Mengenal Apa itu HSE, Fungsi Bagi Perusahaan & Penerapannya

3. Kepala Sprinkler

Kepala sprinkler ini juga bisa disebut sebagai kran air yang otomatis membuka apabila terdeteksi kebakaran. 

Pada suhu tertentu, tabungan cairan raksa akan terpecah. Warna-warna berbeda pada komponen ini juga memberikan perbedaan pengaturan temperatur:

  • Warna hitam: 260° C
  • Warna hitam: 227° C
  • Warna ungu: 182° C
  • Warna biru: 141° C
  • Warna hijau: 93° C
  • Warna kuning: 79° C
  • Warna merah: 68° C
  • Warna oranye: 57° C

Cara Merawat Sprinkler

Dengan peran sebagai media pemadaman yang dimiliki oleh sprinkler, adalah hal wajib bagi para pemiliknya untuk merawatnya dengan baik dan benar.

Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan apabila kinerja sprinkler diperlukan, ia bisa beroperasi secara efektif untuk memadamkan api.

Anda bisa melakukan pemeriksaan pada check valve dengan membuang cairan melalui drain valve, sistem dapat dipastikan bekerja dengan baik apabila sistem dapat menyala.

Setelah itu, perlu ada pengecekan fisik pada sprinkler supaya memastikan tidak ada kebocoran. 

Pada pipa yang terbuat dari logam, perawatan detail perlu dilaksanakan setiap 10 hingga 15 tahun sekali untuk menghindari karat. 

Itulah penjelasan mengenai apa itu sprinkler, cara kerja, komponen dan cara merawatnya. 

Singkatnya, sprinkler adalah sistem perlengkapan pemadaman yang digunakan sebagai alat keamanan dalam mencegah terjadinya kebakaran dengan media air.

Maka dari itu, ketersediaan sprinkle berperan penting dalam sebuah gedung. Namun, tenang saja, pemenuhan kebutuhan aset akan lebih mudah jika Anda dibantu dengan Nimbus9

Melalui aplikasi ERP Nimbus9, semua aset barang yang Anda miliki termasuk lampu, sprinkel, kabel dan barang lainnya dapat di data ketersediaannya. 

Bahkan jika stok kosong, chief engineer bisa secara otomatis mengajukan pembelian kepada finance. Cukup praktis bukan?

Baca juga: Apa Itu Manajemen Aset, Tujuan, Siklus & Manfaat Bagi Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.