Beranda » Apa itu Cost Control? Pengertian, Fungsi, Tugas dan Elemen

Apa itu Cost Control? Pengertian, Fungsi, Tugas dan Elemen

karyawan melakukan cost control di kantor

Setiap perusahaan pasti membutuhkan biaya untuk menjalankan bisnisnya, mulai dari biaya operasional, perencanaan, pelaksanaan dan sebagainya. Dalam hal ini, cost control adalah hal yang diperlukan guna mengendalikan lajunya biaya perusahaan.

Cost control dibutuhkan agar semua biaya tersebut bisa dikendalikan dengan tepat sehingga manajemen keuangan perusahaan yang baik pun dapat tercapai.

Cost control memiliki banyak elemen, fungsi, tugas hingga tanggung jawab terkait keperluan finansial perusahaan. Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini!

Apa itu Cost Control?

Dalam kegiatan bisnis, pengaturan finansial tantu sangat perlu diterapkan agar pengeluaran terkontrol dengan aman. Untuk melakukannya, diperlukan cost control.

Disebut juga dengan pengendalian biaya, secara umum cost control adalah metode untuk mengenali isu budgeting dan mengatur biaya dalam berbisnis.

Adapun cara melakukan cost control adalah dengan menerapkan standar ketentuan dalam aktivitas bisnis. Hal tersebut biasanya diterapkan pada penyusunan rencana, pemberian feedback, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan.

Tujuan diberlakukannya cost control adalah untuk mengurangi pengeluaran biaya sehingga keuntungan dapat meningkat.

Pengendalian biaya ini biasanya dilakukan setelah budgeting ditetapkan. Dengan begitu, perusahaan bisa membandingkan situasi finansial riil dengan ekspektasi biaya yang telah dibuat.  

5 Elemen Cost Control

Setelah mengenal apa itu cost control, perlu diketahui apa saja elemen yang terdapat di dalamnya. Guna menjaga keadaan finansial bisnis, budget harus dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan kegiatan usaha. Adapun elemen-elemen dalam cost control adalah:

1. Mengerti Apa yang Perlu Dilakukan

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam penerapan cost control adalah pemahaman kontrol biaya itu sendiri. Untuk itu, diperlukan taksiran anggaran secara detail dan profil pelacakan terlebih dahulu.

Di dalamnya terdapat dasar pengendalian dan penjadwalan budgeting. Hal ini ditujukan agar pengukuran antara anggaran dan kegiatan akurat dan performa dapat terukur.

2. Sadar akan Apa yang Dikerjakan

Setelahnya, penerapan cost control memerlukan laporan data kinerja konsisten. Dokumen tersebut berisi laporan anggaran secara detail. Di tahap ini, pemeriksaan budgeting dan audit laporan keuangan bisa dilakukan apabila dibutuhkan.

Baca juga: 8 Cara Membuat Laporan Keuangan dengan Mudah dan Contohnya 

3. Ketahui Norma Kinerja dan Performa Aktual

Agar cost control dapat diterapkan, perlu dilakukan analisis finansial perusahaan. Dalam hal ini, Anda dapat membandingkan kinerja aktual dengan normanya supaya bisa dibuat acuan pihak manajemen untuk memperbaiki kekurangan atau kerugian bisnis.

4. Cari Tahu Potensi Bisnis ke Depannya

Salah satu elemen penting dalam cost control adalah memberikan informasi penting bagi pebisnis untuk menggali potensi bisnis ke depannya.

Dengan wawasan seputar situasi finansial usaha, analisis mendalam dapat dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan yang terjadi akibat keputusan-keputusan tertentu.

5. Identifikasi dan Selesaikan Masalah

Hal penting yang perlu diperhatikan setelah mengenal elemen-elemen cost control adalah mengidentifikasi dan menyelesaikan suatu isu.

Agar pengendalian biaya berjalan, maka dibutuhkan revisi pada beberapa bagian yang tidak relevan dalam kegiatan pembelian barang baku ataupun proyek perusahaan.

Fungsi Cost Control

Setelah mengetahui pengertian cost control dan elemennya, maka perlu dikenal juga beberapa fungsinya. Dalam aktivitas bisnis, pengendalian biaya memiliki peran vital dalam menjaga kondisi finansial perusahaan. Adapun manfaat penerapannya adalah:

1. Melakukan Perencanaan

Fungsi pertama cost control adalah merencanakan budgeting untuk memperkirakan besar pengeluaran yang diperlukan. Dengan adanya perencanaan yang matang, maka kegiatan usaha dapat berjalan sesuai dengan biaya yang dianggarkan.

Adapun dalam tahap ini, contoh cost control adalah membuat rancangan kerja dan anggaran proyek dalam periode 1 tahun.

2. Melaksanakan Pengawasan

Setelah perencanaan, maka cost control berperan dalam pengawasan penggunaan anggaran biaya dalam kegiatan usaha. 

Selain itu, cost control biasanya juga akan digunakan dalam mengetahui perbandingan antara budgeting sebelumnya dan saat ini. Hal tersebut ditujukan untuk melihat apakah pengendalian biaya ini sudah sesuai dengan tujuan perusahaan.

3. Menerapkan Penyelarasan

Dalam pelaksanaannya, cost control adalah pemegang kunci dalam keberlangsungan bisnis. Dengan adanya pengendalian biaya ini, diharapkan seluruh departemen berkoordinasi dan menjalankan aktivitas usaha sesuai dengan anggaran.

Dalam tahap ini, salah satu contoh cost control adalah mengoordinasikan informasi anggaran antara satu departemen dan lainnya.

Baca juga: 5 Manfaat Laporan Keuangan untuk Bisnis dan Contoh Laporannya

Tugas Cost Control

Agar tidak terjadi pengeluaran berlebih, maka diperlukan pula pengendalian biaya dalam suatu kegiatan bisnis. Adapun beberapa tugas pokok dari cost control adalah:

  • Merencanakan persediaan per bulan
  • Menerapkan dan mengatur rencana tersebut
  • Memastikan keselarasan setiap departemen dalam pelaksanaan proyek
  • Melakukan pemantauan hasil hitungan yang tersedia dengan didukung dokumen yang ada
  • Memeriksa apakah setiap transaksi sesuai dengan laporan
  • Membandingkan dokumen laporan pengeluaran dan pemasukan
  • Melakukan evaluasi berkala

Tahapan dalam Cost Control

Setelah mengenal apa itu cost control, perlu diketahui pula apa saja tahap-tahap pelaksanaannya. Pengendalian biaya dalam kegiatan bisnis sangat penting diberlakukan bagi pihak manajemen. Adapun langkah-langkah dalam penerapan cost control adalah:

1. Pengawasan secara Langsung

Cost control adalah alat pengendalian biaya yang efektif dalam kegiatan bisnis. Pada umumnya, kegiatan ini akan ditetapkan oleh pemimpin perusahaan. Namun untuk perusahaan berskala besar, pengawasan anggaran akan dilakukan oleh manajer keuangan.

2. Penggunaan Akuntansi Historis

Pengontrolan anggaran bisa dilakukan dengan menggunakan catatan keuangan dari waktu ke waktu. Perusahaan besar biasanya memanfaatkan akuntansi historis untuk merencanakan dan mengontrol finansial suatu proyek.

3. Penerapan Anggaran Statis dan Biaya Standar

Apabila perusahaan sudah berkembang, maka yang diperlukan dalam cost control adalah penerapan anggaran statis dan biaya standar.

Bagi usaha dalam skala besar, tidak perlu lagi diberlakukan perbandingan anggaran tahun ini dan sebelumnya. Pihak manajemen hanya perlu fokus pada kegiatan saat ini dan merencanakan pengendalian biaya untuk ke depannya.

4. Tetapkan Anggaran Fleksibel dengan Biaya Standar

Pelaksanaan kegiatan bisnis semestinya harus memiliki rencana cadangan. Oleh karena itu, perlu ditetapkan anggaran fleksibel apabila perencanaan dalam suatu proyek tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

5. Penanggungjawaban Setiap Departemen

Pengendalian biaya atau cost control adalah suatu sistem yang harus dijalankan bersamaan secara selaras oleh setiap departemen. Tentunya hal tersebut perlu dilakukan agar tujuan perusahaan tercapai dan keuntungan yang didapat bisa meningkat.

Nah, itulah serba-serbi mengenai apa itu cost control dan peran pentingnya dalam perusahaan, terlebih dalam masalah keuangan. Melihat perannya yang cukup penting dan sangat dibutuhkan, maka Anda tidak perlu sembarangan dalam melakukannya.

Apabila ingin proses cost control perusahaan lebih efektif, Anda dapat menggunakan aplikasi Nimbus9 sebagai sistem manajemen properti terintegrasi yang mendukung pengelolaan perusahaan.

Aplikasi Nimbus9 dirancang untuk membantu manajemen keuangan perusahaan secara tepat dan akurat. Yuk gabung sekarang juga!

Baca juga: Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa dan Contohnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.