Salah satu masalah yang sering terjadi pada bangunan adalah kebocoran akibat dari rembesan air hujan.
Biasanya air masuk melalui struktur bangunan yang pecah, sambungan longgar, atau retakan yang tidak segera ditangani.
Selain itu, air yang masuk ke dalam struktur bangunan dapat meningkatkan kelembaban dan memicu pertumbuhan jamur.
Nah, salah satu solusi efektif untuk mencegah masalah tersebut adalah dengan melakukan waterproofing.
Yuk, simak penjelasan selengkapnya di artikel ini!
Baca Juga: Perawatan Gedung yang Wajib Dilakukan Saat Musim Hujan
Apa Itu Waterproofing?
Waterproofing adalah proses atau teknik yang bertujuan untuk mencegah air masuk ke dalam struktur bangunan.
Proses ini dilakukan dengan mengaplikasikan bahan lapis anti bocor pada permukaan yang diperlukan, terutama pada area yang sering terpapar air hujan atau memiliki risiko kebocoran tinggi.
Berbeda dengan penggunaan cat anti bocor biasa, waterproofing merupakan teknik perlindungan yang menggunakan material dan metode tertentu sesuai dengan fungsi serta area bangunan.
Baca Juga: Apa yang Akan Terjadi Jika Mengabaikan Perawatan Gedung?
Manfaat Waterproofing untuk Bangunan
Penerapan waterproofing memberikan berbagai manfaat penting bagi bangunan, baik dari sisi struktural, kenyamanan, maupun nilai investasi. Berikut beberapa manfaat utama waterproofing:
- Mencegah kebocoran dan kerusakan dini pada bangunan
- Menghemat biaya perbaikan dalam jangka panjang
- Menjaga nilai aset properti agar tetap tinggi
- Meningkatkan kenyamanan dan keamanan penghuni
- Mendukung sistem perawatan gedung yang lebih terencana dan efisien
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan waterproofing? Waterproofing sebaiknya dilakukan sejak awal pembangunan.
Namun, pada bangunan yang sudah berdiri, waterproofing tetap bisa diterapkan saat proses renovasi atau perbaikan.
Beberapa tanda bangunan membutuhkan waterproofing jika ditemukan retakan pada dak atau dinding, mulai timbulnya jamur, dan kebocoran saat musim hujan.
Baca Juga: Pentingnya Melakukan Preventive Maintenance Secara Rutin
Jenis-Jenis Waterproofing
Terdapat beberapa jenis waterproofing yang umum digunakan, masing-masing dengan karakteristik dan fungsi berbeda.
-
Waterproofing Coating

Jenis ini berupa pelapis cair yang diaplikasikan langsung pada permukaan bangunan, kemudian mengering dan membentuk lapisan kedap air. Waterproofing coating umum digunakan pada dak beton, balkon, dinding luar, dan area terbuka lainnya.Kelebihan: mudah diaplikasikan di berbagai area dan biaya ekonomis.
Kekurangan: membutuhkan perawatan dan pengecekan secara berkala. -
Waterproofing Membrane

Menggunakan lembaran khusus yang dipasang dengan cara ditempel atau dibakar pada permukaan bangunan. Metode ini banyak digunakan pada atap datar, basement, dan area dengan risiko kebocoran tinggi.Kelebihan: daya tahan tinggi dan perlindungan terhadap air lebih maksimal.
Kekurangan: biaya dan proses pemasangan lebih kompleks. -
Waterproofing Integral

Jenis waterproofing ini dicampurkan langsung ke dalam adukan beton saat proses pengecoran. Material integral bekerja dari dalam struktur beton untuk mengurangi porositas dan mencegah air meresap.Kelebihan: perlindungan menyeluruh dari dalam struktur.
Kekurangan: tidak bisa diaplikasikan pada bangunan yang sudah jadi. -
Waterproofing Injection

Digunakan untuk memperbaiki kebocoran atau retakan yang sudah terjadi. Metode ini dilakukan dengan menyuntikkan material khusus ke dalam celah atau retakan beton untuk menghentikan aliran air.Kelebihan: efektif untuk mengatasi kebocoran pada area tertentu.
Kekurangan: tidak memberikan perlindungan menyeluruh pada seluruh bangunan. -
Waterproofing Crystallizing

Bekerja dengan cara membentuk kristal aktif di dalam pori-pori beton saat bereaksi dengan air. Kristal ini akan menutup celah mikro pada beton sehingga air tidak dapat meresap ke dalam struktur.Kelebihan: mampu menutup retakan secara mikro, tahan lama, dan minim perawatan.
Kekurangan: hanya efektif pada struktur berbahan beton dan biaya material relatif lebih tinggi.
Baca Juga: Pengelolaan Gedung: Definisi, Manfaat, & Cara Efektif Mengelola Gedung
Tips Memilih Metode Waterproofing yang Tepat
Agar hasil waterproofing optimal dan mampu melindungi bangunan dalam jangka panjang, pemilihan metode penerapannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk memilih metode waterproofing yang tepat.
- Pilih jenis waterproofing sesuai dengan area dan fungsi bangunan
- Pertimbangkan kondisi bangunan dan iklim
- Gunakan material berkualitas dan tenaga profesional
- Jadikan waterproofing sebagai bagian dari rencana maintenance gedung
Waterproofing adalah sistem perlindungan bangunan yang berfungsi mencegah masuknya air dan menjaga struktur tetap kuat serta tahan lama.
Dengan penerapan waterproofing yang tepat, bangunan tidak hanya terhindar dari kebocoran, tetapi juga memiliki umur pakai yang lebih panjang dan biaya perawatan yang lebih efisien.
Oleh karena itu, waterproofing dapat dianggap sebagai investasi jangka panjang yang penting bagi setiap pemilik bangunan.
Baca Juga: Manfaat Menjaga Kebersihan Lingkungan Gedung dan Strategi Pengelolaannya
Monitor Kegiatan Pemeliharaan Bangunan dengan Aplikasi Nimbus9
Teknik waterproofing sangat diperlukan oleh berbagai jenis gedung, terutama pada daerah yang sering dilanda hujan.
Untuk mempermudah pemilik atau pengelola gedung dalam membuat jadwal pemeliharaan rutin, inspeksi, dan dokumentasi perbaikannya sebaiknya gunakan aplikasi manajemen properti Nimbus9.
Dengan teknologi terkini, Nimbus9 memungkinkan pengelola gedung untuk melacak setiap kegiatan perawatan dan pemeliharaan secara realtime.
Selain itu, Nimbus9 memiliki fitur-fitur lengkap yang dapat membantu pengelolaan gedung jadi lebih mudah. Pelajari fitur lengkap Nimbus9 di sini.
Konsultasikan kebutuhan gedung Anda dan dapatkan penawaran menarik dari Nimbus9.

