Tahukah Anda bahwa kualitas udara di dalam ruangan bisa jadi lebih buruk dibandingkan udara di luar? Padahal, sebagian besar waktu yang kita habiskan lebih dari 80% di dalam ruangan, baik di rumah, kantor, sekolah, maupun tempat umum lainnya.
Bahkan, World Health Organization (WHO) mencatat sekitar 3,8 juta kematian per tahun di seluruh dunia disebabkan oleh paparan polusi udara dalam ruangan, yang sebagian besar besar berasal dari lingkungan kantor dan rumah tangga.
Sayangnya, banyak orang sering mengabaikan pentingnya menjaga kualitas udara dalam ruangan. Padahal, udara yang buruk dapat berdampak pada kesehatan, produktivitas, hingga kenyamanan sehari-hari.
Lalu, apa faktor yang mempengaruhi kualitas udara dan bagaimana cara sederhana untuk meningkatkannya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Baca Juga: Apa Itu Sick Building Syndrome? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Apa itu kualitas udara dalam ruangan (KUDR)?
Kualitas Udara dalam Ruangan (KUDR), atau dikenal juga sebagai indoor air quality, adalah ukuran seberapa bersih, segar, dan sehat udara di dalam suatu ruangan.
Oleh sebab itu, KUDR berperan penting dalam menjaga kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas penghuni bangunan, baik itu rumah, kantor, sekolah, atau gedung komersial.
Udara dalam ruangan yang buruk bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti alergi, iritasi mata, sakit kepala, gangguan pernapasan, hingga penyakit jantung.
Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap kualitas udara berikut.
Baca Juga: Bahaya Polusi Udara di Dalam Ruangan, Ini Cara Mencegahnya
Faktor yang mempengaruhi kualitas udara dalam ruangan
- Ventilasi yang buruk: Kurangnya sirkulasi udara segar membuat polutan terjebak di dalam ruangan.
- Polusi dalam ruangan: Asap rokok, asap masakan, debu, bulu hewan peliharaan, dan bahan kimia dari cat, perabot, atau pembersih rumah tangga.
- Kelembapan: Tingkat kelembaban yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur dan tungau debu. Sebaliknya, kelembaban yang terlalu rendah bisa menyebabkan iritasi kulit dan pernapasan.
- Peralatan Elektronik & Furniture: Beberapa peralatan elektronik dan furniture tertentu dapat melepaskan senyawa organik volatil (VOC) yang berbahaya jika tidak dikontrol.
- Kebersihan Ruangan: Ruangan yang jarang dibersihkan akan menumpuk debu, kotoran, dan partikel halus yang mempengaruhi kualitas udara.
Baca Juga: Manfaat Menjaga Kebersihan Lingkungan Gedung dan Strategi Pengelolaannya
Apakah ada standar kualitas udara dalam ruangan?
Untuk mengetahui kualitas udara, kita perlu mengacu pada parameter resmi yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Di Indonesia, pengukuran kondisi udara dilakukan menggunakan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).
Penilaian apakah udara termasuk baik atau buruk dibagi ke dalam lima kategori utama. Masing-masing kategori memiliki rentang angka tertentu dan penjelasan yang mudah dimengerti masyarakat, yaitu:
- Kategori Baik (0-50)
Artinya, udara pada kategori ini tidak menimbulkan dampak negatif bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. - Kategori Sedang (51-100)
Udara pada level ini umumnya masih aman bagi manusia dan hewan, namun dapat berdampak pada tumbuhan yang sensitif. - Kategori Tidak Sehat (101-199)
Pada tingkat ini, kualitas udara sudah bisa merugikan manusia dan hewan yang rentan. Tumbuhan juga dapat rusak dan keindahan lingkungan bisa terganggu. - Kategori Sangat Tidak Sehat (200-299)
Kualitas udara pada level ini berisiko membahayakan kesehatan sebagian kelompok masyarakat. - Kategori Berbahaya (>300)
Udara pada kategori ini dianggap berbahaya karena dapat memicu masalah kesehatan yang serius.
Pengukuran kualitas udara dalam ruangan dapat menggunakan alat pengukur khusus seperti hygro-thermometer, indoor air quality meter, particulate meter, lux meter, hingga sensor berbasis IoT.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Tanaman yang Ampuh Mengurangi Polusi Udara di Dalam Ruangan
Lalu, bagaimana cara meningkatkan kualitas udara dalam ruangan?
Berikut beberapa cara praktis yang bisa dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan KUDR.
-
Pastikan Ventilasi Cukup
Buka jendela secara rutin agar udara segar masuk dan polutan keluar. Gunakan exhaust fan di area dapur atau kamar mandi untuk membantu sirkulasi udara.
-
Gunakan Air Purifier
Air purifier membantu menyaring debu, asap, hingga partikel allergen. Pilih purifier dengan filter HEPA untuk hasil yang optimal.
-
Atur Kelembapan Ruangan
Gunakan humidifier atau dehumidifier sesuai kebutuhan. Tingkat kelembaban ideal berada di kisaran 40–60% untuk mencegah jamur.
-
Bersihkan Ruangan Secara Rutin
Vakum karpet, tirai, dan perabot secara berkala agar debu tidak menumpuk. Gunakan pembersih yang ramah lingkungan untuk menghindari zat kimia berbahaya.
-
Menanam Tanaman Hias
Beberapa tanaman hias seperti lidah mertua, sirih gading, atau peace lily dikenal mampu membantu menyaring polutan di udara.
-
Hindari Asap Rokok di Dalam Ruangan
Kebiasaan merokok di dalam rumah dapat menurunkan kualitas udara secara signifikan. Buatlah area merokok di luar bangunan.
-
Periksa Peralatan Elektronik
Pastikan AC, kipas angin, atau alat ventilasi lainnya dirawat secara rutin agar tidak menjadi sarang debu dan kuman.
Menjaga Kualitas Udara dalam Ruangan (KUDR) bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut kesehatan jangka panjang.
Bagi pengelola gedung apartemen, perkantoran, mall, atau gedung komersial lainnya, menjaga kualitas udara dan kebersihan ruangan tentu menjadi bagian dari tanggung jawab operasional harian.
Untuk itu, penggunaan aplikasi pengelolaan gedung seperti Nimbus9 dapat membantu membuat jadwal kebersihan, pemeliharaan, hingga mendokumentasikan pengawasan secara berkala.
Selain itu, aplikasi Nimbus9 memiliki fitur-fitur lengkap yang dapat membantu pengelolaan gedung Anda jadi lebih baik. Pelajari aplikasi Nimbus9 selengkapnya di sini.