Lompat ke konten
Beranda » Apa Itu Corporate Real Estate (CRE)? Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Apa Itu Corporate Real Estate (CRE)? Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Dalam dunia bisnis modern, asset yang dimiliki oleh perusahaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menjalankan kegiatan operasional.

Selain itu, banyak perusahaan besar yang juga mengelola asset properti untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Oleh karena itu, pengelolaan aset properti tersebut perlu dilakukan secara strategis agar dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Di sinilalh konsep Corporate Real Estate (CRE) berperan penting.

Untuk mengatahui lebih jelasnya, simak apa itu Corporate Real Estate (CRE), fungsi, dan contohnya berikut.

Pengertian Corporate Real Estate (CRE)

Corporate Real Estate (CRE) adalah aset properti yang dimiliki atau digunakan oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional bisnisnya.

Aset ini bisa berupa kantor pusat, cabang, gudang, pabrik, hingga toko retail yang digunakan langsung oleh perusahaan, bukan untuk disewakan sebagai investasi semata.

Selain itu, CRE juga merujuk pada fungsi atau divisi dalam perusahaan yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengelolaan, hingga optimalisasi aset properti tersebut.

Corporate Real Estate bukan hanya tentang aset properti, tetapi tentang bagaimana properti digunakan untuk mendukung strategi bisnis perusahaan.

Berikut beberapa hal yang mencakup kegiatan Corporate Real Estate.

  • Perencanaan strategis properti

  • Pengadaan dan pengembangan aset

  • Manajemen fasilitas

  • Optimalisasi biaya dan penggunaan ruang

Fungsi Corporate Real Estate (CRE)

Fungsi Corporate Real Estate (CRE)

Corporate Real Estate memiliki peran yang cukup luas dalam organisasi. Berikut beberapa fungsi utamanya:

  1. Mendukung Operasional Bisnis

    CRE menyediakan ruang fisik untuk aktivitas bisnis, seperti ruang kantor dan fasilitas pendukung lainnya. Properti ini menjadi fondasi utama agar perusahaan dapat berjalan dengan baik.

  2. Mengendalikan Biaya Operasional

    Salah satu tujuan utama CRE adalah mengelola biaya properti secara efisien, baik melalui:

    •    Pembelian atau sewa
    •    Efisiensi penggunaan ruang
    •    Pengurangan biaya operasional

    CRE sering kali berfokus pada pengendalian biaya sekaligus meningkatkan efisiensi perusahaan.

  3. Mengelola Portofolio Aset

    CRE membantu perusahaan mengelola berbagai aset properti secara terstruktur dan terwawat dengan baik agar bisa memberikan nilai perusahaan, menjadi sumber efisiensi jangka panjang, hingga menjadi sumber pendapatan tambahan (misalnya melalui leaseback)

  4. Mendukung Strategi Bisnis

    Selain berfungsi untuk oprasional, CRE juga memiliki fungsi strategis dalam membantu perusahaan merencanakan ekspansi bisnis, seperti membuka kantor cabang atau fasilitas baru.

Contoh Corporate Real Estate

Untuk memudahkan pemahaman, berikut beberapa contoh penerapan CRE dalam dunia nyata:

  1. Kantor Pusat (Headquarters)

    Perusahaan besar biasanya memiliki kantor pusat sebagai pusat operasional dan manajemen.

  2. Gudang

    Perusahaan e-commerce atau logistik memiliki warehouse untuk penyimpanan dan distribusi barang. Contohnya seperti gudang milik perusahaan marketplace dan distribution center perusahaan retail.

  3. Pabrik

    Perusahaan manufaktur menggunakan properti sebagai tempat untuk memproduksi barang. Misalnya pabrik otomotif atau produksi makanan dan minuman.

  4. Toko Retail atau Cabang

    Perusahaan retail menggunakan properti untuk menjual produk langsung kepada konsumen. Contohnya, toko pakaian, restoran, showroom, dan lainnya.

  5. Data Center

    Di era digital, banyak perusahaan memiliki data center sebagai bagian dari CRE untuk mendukung infrastruktur teknologi mereka.

Perbedaan Corporate Real Estate (CRE) denga Property Management (PM)

Corporate Real Estate (CRE) dan Property Management memiliki perbedaan utama pada fokus dan perannya dalam perusahaan.

CRE berorientasi pada strategi jangka panjang, yaitu bagaimana aset properti dapat memberikan nilai bisnis, mendukung ekspansi, dan meningkatkan efisiensi perusahaan secara keseluruhan.

Sementara itu, Property Management lebih berfokus pada operasional harian gedung, seperti perawatan fasilitas, pengelolaan tenant, serta memastikan kenyamanan dan keamanan lingkungan properti.

Dengan kata lain, CRE berperan di level strategis untuk mengoptimalkan nilai aset, sedangkan Property Management berperan di level operasional untuk menjaga agar properti tetap berjalan dengan baik.

Peran Teknologi dalam Corporate Real Estate

Saat ini, banyak perusahaan memanfaatkan teknologi untuk membantu pengelolaan Corporate Real Estate. Sistem digital dapat digunakan untuk mengelola data properti, memantau penggunaan ruang, hingga mengatur pemeliharaan fasilitas.

Salah satu teknologi yang dapat membantu pengelolaan asset properti adalah property management system seperti Nimbus9.

Jika Anda ingin mengetahui aplikasi ini lebih lengkap, dapatkan demo gratisnya di sini.

Aplikasi Pengelolaan Gedung

Corporate Real Estate (CRE) adalah strategi pengelolaan aset properti perusahaan agar dapat mendukung operasional bisnis sekaligus meningkatkan nilai investasi.

Dengan pengelolaan yang tepat serta dukungan teknologi, perusahaan dapat memanfaatkan aset properti secara lebih optimal dan efisien.