Beranda » Housekeeping: Tugas, tanggung Jawab dan Lingkup Kerja

Housekeeping: Tugas, tanggung Jawab dan Lingkup Kerja

Cleaning service membersihkan lantai

Housekeeping adalah istilah yang seringkali kita dengar saat berada di hotel, apartemen ataupun gedung perkantoran. 

Ya, pihak ini bertanggung jawab penuh terhadap perawatan bangunan, baik dalam hal kebersihan maupun utilitas, seperti perawatan AC hingga listrik.

Agar tidak hanya tahu istilahnya saja, ada baiknya untuk memahami apa yang dimaksud dengan housekeeping dan seperti apa tugasnya. 

Dengan begitu, Anda tak segan meminta bantuan saat berada di hotel atau apartemen. Mari simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Housekeeping

Dalam sebuah apartemen, hotel, kantor maupun vila, Anda pasti menemukan para staf yang melayani segala kebutuhan. Mulai dari proses check-in, pembersihan kamar hingga pergi belanja keperluan pengunjung.

Para pihak berikut termasuk dalam suatu departemen pada tatanan manajemen properti yang perannya mendukung kenyamanan pengunjung dan berfokus pada perawatan bangunan. 

Sering disebut housekeeping adalah divisi penanggung jawab operasional yang mengurus segala keperluan properti seperti kos eksklusif, hotel, vila, serta apartemen. Tugasnya secara garis besar yaitu merawat keindahan bangunan.

Istilah housekeeping artinya berasal dari kata “house” yaitu rumah dan “keeping” bermakna menjaga atau memelihara. Maka dari itu, departemen berikut sangat diperlukan pada manajemen bangunan.

Menurut Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi No. KM3/PW/003/MPPT86 housekeeping adalah salah satu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh jasa lainnya bagi umum dan dikelola secara komersil.

Tugas dan Tanggung Jawab Housekeeping

Pada dasarnya, tugas housekeeping yaitu menjaga dan memastikan setiap aspek terkait dengan bangunan dirawat dengan baik.

Misalkan dalam sebuah hotel atau vila, maka tugas departemen housekeeping adalah sebagai berikut:

  1. Memastikan jadwal check in atau check out tamu
  2. Mempersiapkan seluruh fasilitas kamar yang akan ditempati
  3. Melayani kebutuhan pengunjung
  4. Membuat laporan jadwal housekeeping para staf di pagi dan sore hari
  5. Mencatat barang yang hilang atau rusak untuk proses penggantian komponen baru di setiap kamar

Mengacu pada rangkaian tugasnya, dapat disimpulkan bahwa divisi housekeeping adalah aspek vital yang menentukan reputasi sarana usaha properti. 

Sehubungan dengan itu, selain melakukan kewajibannya, divisi housekeeping juga memiliki tanggung jawab untuk membersihkan seluruh kamar tamu dan bagian hotel atau vila serta menjaga fasilitas yang meliputi peralatan kerja, produk serta pendukung layanan pengunjung.

Baca juga: Pentingnya Jasa Pest Control atau Pengendalian Hama di Gedung

Ruang Lingkup Kerja Housekeeping

Setelah memahami tugas dan tanggung jawab housekeeping, mungkin Anda sudah bisa membayangkan ruang lingkup kerjanya. 

Pada dasarnya, spektrum departemen housekeeping adalah yang paling luas jika dibandingkan dengan bagian lain di manajemen usaha properti komersial. Maksudnya, divisi ini memiliki banyak staf serta komponennya terperinci.

Yang meliputi karyawan housekeeping adalah resepsionis, cleaning service, penjaga parkir, pengurus taman, koki, maintenance staff, engineering staff dan sebagainya. 

Keseluruhan pihak berikut dituntut untuk saling berkomunikasi dengan efektif sehingga usaha berjalan lancar.

Struktur Organisasi Housekeeping

Beragamnya karyawan dengan jenis tugasnya masing-masing, properti komersial tentu saja membutuhkan struktur organisasi yang mumpuni agar pelayanan tamu dapat diberikan secara maksimal.

Sehubungan dengan itu, struktur organisasi housekeeping adalah sebagai berikut:

1. Executive Housekeeper

Merupakan jajaran paling tinggi dalam cabang hotel maupun apartemen, executive housekeeper atau sering dipanggil manajer adalah penanggung jawab operasional properti.

Umumnya, seorang manajer berwenang untuk mengatur jadwal kerja karyawan, mengawasi dan mengkoordinasikan performa kerja staf serta menentukan perlengkapan yang dibutuhkan dalam properti.

2. Assistant Housekeeper

Assistant housekeeper atau sekretaris bertugas untuk membantu dan mendampingi manajer dalam menjalankan sistem operasional properti.

Tugas seorang assistant housekeeper adalah mewakili manajer jika berhalangan hadir pada kondisi tertentu, merangkum, mengurus, dan melaporkan kemajuan atau masalah yang terjadi di properti

Baca juga: Pengertian Biaya Operasional, Jenis, dan Cara Menghitungnya

3. Order Taker

Jabatan ini merupakan salah satu yang berhubungan langsung dengan tamu melalui telepon. Tugas order taker atau customer service dalam housekeeping adalah menerima pesanan dari tamu lalu menyampaikannya pada bagian yang bertanggung jawab.

Misalkan, ada tamu yang ingin memesan makanan, maka order taker akan menyampaikan pesanan pada koki. 

Atau jika pengunjung memiliki kritik atau melaporkan komplain, posisi berikut juga akan menanganinya.

4. Floor Supervisor

Selanjutnya, ada floor supervisor yang bertugas untuk mengawasi kinerja housekeeper di setiap lantai. 

Selain itu, berkaitan dengan komplain pengunjung, biasanya posisi ini yang mengurusnya terlebih dahulu karena memang fokus kerjanya langsung di lokasi.

Selain itu, tugas lain dari floor supervisor di divisi housekeeping adalah menandatangani formulir laporan kerusakan fasilitas hotel atau apartemen dan mencarikan solusi perbaikan.

5. Housekeeper

Lebih intens daripada order taker, housekeeper juga berhubungan langsung dengan pengunjung. 

Oleh karena itu, karyawan dalam jabatan ini dituntut untuk selalu ramah dalam melayani keperluan tamu.

Tugas utama housekeeper dalam departemen housekeeping adalah membersihkan serta menyiapkan kebutuhan tamu di kamar.

Pembagian Departemen Housekeeping

Meskipun memiliki ruang lingkup kerja yang luas, dalam departemen housekeeping juga ada pembagian fokus pekerjaan sebagai berikut:

1. Gardener dan Public Area

Posisi berikut bertanggung jawab untuk meninjau kebersihan area publik, termasuk kolam renang, taman, restoran, gym, lobby serta fasilitas hotel atau apartemen lainnya.

Bukan hanya menjaga kebersihan, departemen housekeeping ini juga perlu memperhatikan kesehatan dan kerapian tanaman di seluruh hotel sehingga keindahan properti selalu terjaga.

Pemeliharaan aset, tanaman dan area publik berikut sangat diperlukan mengingat para tamu sering mengunjungi tempat-tempat tersebut. 

2. Room

Seksi ini berperan dalam pemenuhan keperluan tamu di kamar seperti mencukupi kebutuhan sabun, sampo, handuk serta peralatan pendukung layaknya sandal hotel dan sebagainya.

3. Laundry dan Linen

Sesuai dengan namanya, fokus utama departemen laundry dan linen adalah melayani kebutuhan cuci baju serta memastikan keperluan tamu dalam kamar sudah terpenuhi. 

Sebagai tambahan informasi, divisi linen merupakan posisi yang mendistribusikan peralatan kain seperti handuk, selimut, dan sprei dari bidang laundry ke masing-masing kamar tamu.

Alat-alat yang Dibutuhkan Housekeeping

Umumnya, peralatan housekeeping terbagi dalam 2 kategori alat pembersih sesuai dengan kepentingannya, yaitu:

  • Alat pembersih dengan sistem manual seperti sapu, kemoceng, alat pel, pembersih jendela dan sebagainya.
  • Alat pembersih dengan sistem otomatis atau mekanikal meliputi mesin cuci dan vacuum cleaner.

Itulah penjelasan mengenai apa itu housekeeping dan bagaimana tanggung jawab yang diemban oleh profesi tersebut. 

Segala hal yang berkaitan dengan kebersihan dan perawatan bangunan Anda sudah menjadi tugas seorang housekeeper.

Maka dari itu, untuk mempermudah segala urusan terkait housekeeping, Nimbus9 hadir sebagai aplikasi yang dapat meningkatkan efektivitas manajemen dalam penjadwalan patroli keamanan, cleaning checklist, pengendalian hama, dan HSE.

Selain itu, Nimbus9 juga sudah terintegrasi dengan sistem ERP sehingga memudahkan pemilik properti memantau sekaligus mengontrol propertinya hanya melalui gadget

Baca juga: Kenali 13 Tipe Apartemen Berikut Sebelum Anda Membelinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *